Wednesday, May 30, 2012

Classroom Action Research

Mengacu pada penelitian masalah interaksi sosial yang bertujuan untuk memperbaiki suatu proses siklus yang berkesinambungan  melalui penyelidikan yang sistematis, penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar sehingga bermanfaat baik untuk siswa maupun untuk guru sendiri yang dalam penelitian ini adalah sebagai pelaku penelitian atau praktisioner. Pelaksanaan penelitian ini akan melibatkan subjek penelitian atau responden, dalam hal ini adalah siswa, dan pelaksana (praktisioner) dan juga kolaborator atau teman sejawat yang tentunya akan mendukung guna memberi kontribusi terhadap temuan-temuan dan kondisi di lapangan.

1.   Hakikat Penelitian Tindakan
       Penelitian tindakan (Action Research ) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru untuk mencari dan memecahkan masalah pengajaran dan pembelajaran di kelas. Menurut Jack C. Richards dan Thommas S.C. Farrell, dalam bukunya yang berjudul Professional Development for Language Teachers,    Istilah Action Research merujuk pada  dua dimensi jenis kegiatan. Kata Research pada “Action Research ” merupakan pendekatan sistematis untuk menjalankan investigasi dan mengumpulkan informasi yang dirancang untuk menjelaskan suatu permasalahan dan meningkatkan praktik kelas. Kata Action   merupakan suatu tindakan praktis untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di kelas.  Penelitian tindakan berlangsung di kelas dan guru sendiri yang sebagai pelaku penelitian atau praktisioner atau sebagai pelaku tindakan dan melibatkan suatu  siklus kegiatan yang memusatkan pada pengidentifikasian suatu masalah, pengumpulan informasi tentang pokok permasalahan,  menentukan strategi tindakan,  untuk membahas permasalahan dan mencoba strategi dan mengamati dampak dari tindakan tersebut.
       Sementara menurut Kemis bahwa penelitian tindakan merupakan upaya mengujicobakan ide-ide ke dalam praktik untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu  agar memperoleh dampak nyata dari situasi . Ini berarti bahwa guru mempraktekan ide-idenya untuk membuktikan bahwa ide-idenya bisa diterapkan di kelas untuk dapat mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Selanjutnya  Stringer menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk meneliti dan  menyelidiki dengan tindakan sistematis untuk memecahkan masalah-masalah yang spesifik atau khusus.    Sedangkan Gay dan Airasian juga menyatakn bahwa penelitian tindakan adalah suatu jenis penelitian pratisioner yang digunakan untuk meningkatkan pelatihan pratisioner di mana tindakannya adalah  melakukan atau merubah sesuatu. Penelitian praktisioner di sini maksudnya adalah penelitian itu dilakukan oleh praktisioner itu sendiri.
       Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan adalah suatu tindakan untuk memecahkan masalah baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun secara kelompok atau kolaboratif  dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga hasil dari tindakannya itu bisa diaplikasikan atau ditiru oleh orang lain. Pada dasarnya penelitian tindakan itu dilakukan untuk merubah atau meningkatkan kondisi supaya lebih baik yang biasanya dilakukan oleh pratisioner dalam hal ini adalah guru itu sendiri. ini berarti bahwa peneliti atau praktisioner itu sendiri harus lebih aktif dalam kegiatan pokok karena peneliti adalah agen perubahan dan subjek atau objek yang diteliti memperoleh manfaat dari hasil tindakannya

2.   Sifat-sifat Penelitian Tindakan
      Sebelum menjalankan penelitian tindakan guru hendaknya memahami dan mengetahui tentang sifat-sifat penelitian tindakan agar segala sesuatu dalam aktifitasnya bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkannya. Ada beberapa sifat yang dimiliki dari pada penelitian tindakan yaitu sebagai berikut:
a.       Tujuan utama dari penelitian tindakan adalah untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran di sekolah dan ruang kelas dan dilakukan selama proses pengajaran kelas seperti biasanya.
b.      Biasanya pada skala kecil dan diharapkan bisa membantu untuk memecahkan masalah dari pada hanya untuk kepentingan pribadi.
c.       Bisa dijalankan secara individu atau kolaborasi dengan guru-guru yang lain.
      Dari sifat-sifat penelitian tindakan di atas dapat disimpulkan bahwa peneltian tindakan  memiliki tujuan untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran yang biasanya pada skala kecil dan diharapkan bisa diolakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru yang lain.
       Penelitian tindakan merupakan suatu tindakan yang kompleks dan tentunya memerlukan cukup banyak waktu sehingga dalam peneltian tindakan melalui beberapa siklus guna memperoleh hasil yang maksimal. Siklus akan berlanjut beberapa kali sampai menemukan teknik yang cocok untuk meringankan masalah yang dihadapi. Peran praktisioner , kolaborator dan siswa sebagai objek penelitian mempunyai peranan penting dalam pengambilan keputusan sebagai landasan guna pelaksanaan siklus berikutnya.

2.3.   Prosedur Penelitian Tindakan
      Dalam pelaksanaan penelitian tindakan ada beberapa empat tahapan  yang ada pada setiap siklus. Tahapan-tahapan tersebut, yaitu perencanaan (planning ), tindakan (action ), pengamatan (observation ), dan refleksi (reflection ). Selain tahapan-tahapan di atas praktisioner pada penelitian tindakan juga harus dapat memahami tentang prosedur dari penelitian tindakan itu sendiri. Pada penelitian tindakan ada beberapa tugas yang harus dilakukan oleh seorang guru (atau sekelompok guru-guru) yang diantaranya yaitu:
a.        memilih suatu masalah (issue ) yang ingin diteliti secara lebih rinci, mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memformulasikan masalah yang dipandang kritis dalam situasi mengajar sehari-hari
b.         memilih prosedur yang sesuai untuk pengumpulan informasi untuk tentang pokok persoalan.
c.         memilih informasi, menganalisis, dan menentukan perubahan apa yang perlu pada pengajarannya.
d.         mengembangkan rencana tindakan untuk mendatangkan suatu perubahan apa yang diinginkan di dalam suatu siklus.
e.       mengamati dampak dari rencana pengajaran.
f.        memulai tindakan siklus kedua dan seterusnya jika diperlukan.
       Berdasarkan informasi yang dikumpulkan tentang situasi dalam penelitian tindakan, perencanaan dapat dikembangkan dengan  tindakan untuk menghasilkan perubahan dalam kelas guna meningkatkan kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Karena sifatnya yang tentatif dan eksploratif, penelitian tindakan bisa dilakukan dengan beberapa sikllus berkesinambungan yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam suatu sistem spiral yang saling terkait. Siklus tesebut dapat dilihat pada pada gambar di bawah ini.
                     
      

Cycle of action research: Plan, Act, Observation, and Reflective…
C.   Bahasan Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan
       Secara khusus, penulis belum menemukan hasil penelitian yang menggunakan model cooperative learning untuk bahasa Inggris khususnya untuk keterampilan menulis. Namun untuk mengetahui tentang hasil-hasil penelitian yang relevan dengan model cooerative learning , penulis merujuk pada   beberapa sumber yang diantaranya adalah:
a.    Slavin (1990) menemukan bahwa 86 persen dari keseluruhan siswa yang diajar dengan model pembelajaran cooperative learning memiliki prestasi belajar yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran lainnya.
b.    Stahl (1992)  dalam penelitiannya menemukan bahwa penggunaan model cooperative learning mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa; penelitiannya juga menemukan bahwa penggunaan model cooperative learning mendorong ketercapaian tujuan dan nilai-nilai sosial.
c.    Wheeler (1997) melaporkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan model cooperative learning lebih berhasil dari pada siswa yang diajar dengan sistem kompetisi, dengan tingkat perbandingan 74% : 26%.

       Berdasarkan hasil temuan pada penelitian dengan menerapkan model cooperative learning menunjukkan efektifitas yang sangat tinggi bagi perolehan hasil belajar siswa, baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi pelajaran maupun dilihat dari pengembangan dan pelatihan sikap serta keterampilan-keterampilan sosial yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswa terutama dalam kehidupan bermasyarakat

D.   Acuan Konseptual Perencanaan Tindakan
        Penelitian tindakan ini dimulai dari perencanaan pembelajaran seperti yang biasa  dilakukan pada pembelajaran yang berlaku secara umumnya. Namun akan lebih jelas pada saat pelaksanaan dengan berpedoman dari temuan awal dan juga hasil diskusi dengan kolaborator. Konseptual perencanaan tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
a.    Mempersiapkan siswa-siswa untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bahasa Inggris dengan tahapan-tahapan menulis yaitu dari perencanaan (planning ), tulis (drafting ), revisi (revising ), dan pengeditan (editing ) serta menjelaskan tentang tahapan-tahapan tersebut kepada siswa.
b.    Menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan menulis karangan   dalam bahasa Inggris secara berkelompok dengan model cooperative learning dengan teknik Think-Pair-Share , yaitu siswa berpikir, berpasangan dan berbagi jawaban.
c.    Guru membagi siswa dalam kelompok berempat atau berlima (lihat lampiran 9) dan memberikan tugas menulis kepada semua anggota di setiap kelompok serta menjelaskan apa yang dimaksud dengan model cooperative learning serta teknik Think-Pair-Share .
d.    Setiap siswa  memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut secara individu.
e.    Siswa berpasangan dengan salah satu temannya dalam satu kelompok dan berdiskusi dengan teman pasangannya untuk saling merevisi atau memperbaiki tulisan pasangannya.
f.     Ketika masing-masing pasangan selesai untuk saling memperbaiki tulisan pasangannya mereka berkumpul lagi dalam satu kelompok dan saling tukar-menukar hasil kerjanya untuk saling memperbaiki tulisan pasangan yang lain. Dalam memperbaiki tulisan hasil kerja pasangan atau teman kelompoknya, guru menuliskan beberapa jenis-jenis pengoreksian sederhana di papan tulis yang diantaranya adalah sebagai berikut.
1)        Have you used the correct verb?
2)      Have you checked the subjet-verb agreement?
3)      Have you used the right preposition?
4)      Have you used the article correctly?
5)      Have you used adjectives and adverbs correctly?
6)      Have you written the sentence completely?
7)      Have used the form of verb correctly?
g.    Kemudian, masing-masing siswa manulis kembali untuk menjadi tulisan deskripsi yang baik dan benar.
h.    Setelah itu, masing-masing kelompok memamerkan hasil kerja mereka. Hasil ini bisa dipajang di beberapa bagian kelas. Setelah itu, masing-masing kelompok berjalan keliling kelas dan mengamati hasil karya kelompok-kelompok yang lain.

       Berdasarkan beberapa teori di dalam bab II ini, pada penelitian ini penulis menduga bahwa proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa Inggris bila dilakukan dengan model Cooperative Learning akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, karena model Cooperative Learning mendahulukan prinsip kerja sama antar siswa dalam kelompok dan guru akan dapat memfasilitasi dan memotivasi siswa-siswa dalam pembelajan.



Jack C. Richards dan Thommas S.C. Farrell, Professional Development for Language Teachers , (Cambridge University Press. 2005) h.171.
Kemis (1983) dikutip oleh Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa (PT Remaja Rosdakarya, 2006), h. 191.
Ernest T Stringer, Action Research , (SAGE Publication, Inc, 1999) h. 17.
L.R. Gay dan Peter Airasian, Educational Research (Prentice Hall, Inc, 2000) h. 593.
ibid .
Jack C. Richards, . Professional Development for Language Teachers , (Cambridge University Press, 2005) . h. 175.
Kemis dan Taggart (1988) dikutip oleh Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa (PT Remaja Rosdakarya, 2006), h. 203.

No comments:

Post a Comment