Mengacu pada penelitian masalah interaksi sosial yang bertujuan untuk memperbaiki suatu proses siklus yang berkesinambungan
melalui penyelidikan yang sistematis, penelitian ini dimaksudkan untuk
meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar sehingga bermanfaat baik
untuk siswa maupun untuk guru sendiri yang dalam penelitian ini adalah
sebagai pelaku penelitian atau praktisioner. Pelaksanaan penelitian ini
akan melibatkan subjek penelitian atau responden, dalam hal ini adalah
siswa, dan pelaksana (praktisioner) dan juga kolaborator atau teman
sejawat yang tentunya akan mendukung guna memberi kontribusi terhadap
temuan-temuan dan kondisi di lapangan.
Related articles:
The Microlinguistics Contrastive Analysis Between Javanese Language Of Banyumasan And English
The Morphological analysis on the Javanese Language of Banyumasan
Error Analysis
Conversation Analysis on Deixis
Classroom Action Research
Quantum Teaching
Theory of Translation
Tes dan Evaluasi
Faktor Sosiokultural pada Pembelajaran Bahasa
Kumpulan Analisa Cerpen
Language Acquisition
Learning Style
Effective Public Speaking Skills
1. Hakikat Penelitian Tindakan
Penelitian tindakan (Action Research
) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru untuk mencari dan
memecahkan masalah pengajaran dan pembelajaran di kelas. Menurut Jack C.
Richards dan Thommas S.C. Farrell, dalam bukunya yang berjudul Professional Development for Language Teachers, Istilah Action Research merujuk pada dua dimensi jenis kegiatan. Kata Research pada “Action Research
” merupakan pendekatan sistematis untuk menjalankan investigasi dan
mengumpulkan informasi yang dirancang untuk menjelaskan suatu
permasalahan dan meningkatkan praktik kelas. Kata Action merupakan suatu tindakan praktis untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di kelas.
Penelitian tindakan berlangsung di kelas dan guru sendiri yang sebagai
pelaku penelitian atau praktisioner atau sebagai pelaku tindakan dan
melibatkan suatu siklus kegiatan yang memusatkan pada pengidentifikasian suatu masalah, pengumpulan informasi tentang pokok permasalahan, menentukan strategi tindakan, untuk membahas permasalahan dan mencoba strategi dan mengamati dampak dari tindakan tersebut.
Sementara menurut Kemis bahwa penelitian tindakan merupakan upaya
mengujicobakan ide-ide ke dalam praktik untuk memperbaiki atau mengubah
sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi
. Ini berarti bahwa guru mempraktekan ide-idenya untuk membuktikan
bahwa ide-idenya bisa diterapkan di kelas untuk dapat mengubah sesuatu
menjadi lebih baik. Selanjutnya Stringer menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk meneliti dan menyelidiki dengan tindakan sistematis untuk memecahkan masalah-masalah yang spesifik atau khusus.
Sedangkan Gay dan Airasian juga menyatakn bahwa penelitian tindakan
adalah suatu jenis penelitian pratisioner yang digunakan untuk
meningkatkan pelatihan pratisioner di mana tindakannya adalah
melakukan atau merubah sesuatu. Penelitian praktisioner di sini
maksudnya adalah penelitian itu dilakukan oleh praktisioner itu sendiri.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian
tindakan adalah suatu tindakan untuk memecahkan masalah baik yang
dilakukan oleh perseorangan maupun secara kelompok atau kolaboratif
dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga hasil dari tindakannya itu
bisa diaplikasikan atau ditiru oleh orang lain. Pada dasarnya penelitian
tindakan itu dilakukan untuk merubah atau meningkatkan kondisi supaya
lebih baik yang biasanya dilakukan oleh pratisioner dalam hal ini adalah
guru itu sendiri. ini berarti bahwa peneliti atau praktisioner itu
sendiri harus lebih aktif dalam kegiatan pokok karena peneliti adalah
agen perubahan dan subjek atau objek yang diteliti memperoleh manfaat
dari hasil tindakannya
2. Sifat-sifat Penelitian Tindakan
Sebelum menjalankan penelitian tindakan guru hendaknya memahami dan
mengetahui tentang sifat-sifat penelitian tindakan agar segala sesuatu
dalam aktifitasnya bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa
yang diharapkannya. Ada beberapa sifat yang dimiliki dari pada
penelitian tindakan yaitu sebagai berikut:
a. Tujuan
utama dari penelitian tindakan adalah untuk meningkatkan pengajaran dan
pembelajaran di sekolah dan ruang kelas dan dilakukan selama proses
pengajaran kelas seperti biasanya.
b. Biasanya pada skala kecil dan diharapkan bisa membantu untuk memecahkan masalah dari pada hanya untuk kepentingan pribadi.
Dari sifat-sifat penelitian tindakan di atas dapat disimpulkan bahwa peneltian tindakan
memiliki tujuan untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran yang
biasanya pada skala kecil dan diharapkan bisa diolakukan dengan cara
berkolaborasi dengan guru-guru yang lain.
Penelitian tindakan merupakan suatu tindakan yang kompleks dan tentunya
memerlukan cukup banyak waktu sehingga dalam peneltian tindakan melalui
beberapa siklus guna memperoleh hasil yang maksimal. Siklus akan
berlanjut beberapa kali sampai menemukan teknik yang cocok untuk
meringankan masalah yang dihadapi. Peran praktisioner , kolaborator dan
siswa sebagai objek penelitian mempunyai peranan penting dalam
pengambilan keputusan sebagai landasan guna pelaksanaan siklus
berikutnya.
2.3. Prosedur Penelitian Tindakan
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan ada beberapa empat tahapan yang ada pada setiap siklus. Tahapan-tahapan tersebut, yaitu perencanaan (planning ), tindakan (action ), pengamatan (observation ), dan refleksi (reflection
). Selain tahapan-tahapan di atas praktisioner pada penelitian tindakan
juga harus dapat memahami tentang prosedur dari penelitian tindakan itu
sendiri. Pada penelitian tindakan ada beberapa tugas yang harus
dilakukan oleh seorang guru (atau sekelompok guru-guru) yang diantaranya
yaitu:
a. memilih suatu masalah (issue
) yang ingin diteliti secara lebih rinci, mengidentifikasi,
mengevaluasi, serta memformulasikan masalah yang dipandang kritis dalam
situasi mengajar sehari-hari
b. memilih prosedur yang sesuai untuk pengumpulan informasi untuk tentang pokok persoalan.
c. memilih informasi, menganalisis, dan menentukan perubahan apa yang perlu pada pengajarannya.
d. mengembangkan rencana tindakan untuk mendatangkan suatu perubahan apa yang diinginkan di dalam suatu siklus.
e. mengamati dampak dari rencana pengajaran.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan tentang situasi dalam penelitian tindakan, perencanaan dapat dikembangkan dengan
tindakan untuk menghasilkan perubahan dalam kelas guna meningkatkan
kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Karena sifatnya yang tentatif dan
eksploratif, penelitian tindakan bisa dilakukan dengan beberapa sikllus
berkesinambungan yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan,
tindakan, observasi, dan refleksi dalam suatu sistem spiral yang saling
terkait. Siklus tesebut dapat dilihat pada pada gambar di bawah ini.
C. Bahasan Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan
Secara khusus, penulis belum menemukan hasil penelitian yang menggunakan model cooperative learning
untuk bahasa Inggris khususnya untuk keterampilan menulis. Namun untuk
mengetahui tentang hasil-hasil penelitian yang relevan dengan model cooerative learning , penulis merujuk pada beberapa sumber yang diantaranya adalah:
a. Slavin
(1990) menemukan bahwa 86 persen dari keseluruhan siswa yang diajar
dengan model pembelajaran cooperative learning memiliki prestasi belajar
yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan model
pembelajaran lainnya.
b. Stahl (1992) dalam penelitiannya menemukan bahwa penggunaan model cooperative learning mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa; penelitiannya juga menemukan bahwa penggunaan model cooperative learning mendorong ketercapaian tujuan dan nilai-nilai sosial.
c. Wheeler (1997) melaporkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan model cooperative learning lebih berhasil dari pada siswa yang diajar dengan sistem kompetisi, dengan tingkat perbandingan 74% : 26%.
Berdasarkan hasil temuan pada penelitian dengan menerapkan model cooperative learning
menunjukkan efektifitas yang sangat tinggi bagi perolehan hasil belajar
siswa, baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi
pelajaran maupun dilihat dari pengembangan dan pelatihan sikap serta
keterampilan-keterampilan sosial yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswa
terutama dalam kehidupan bermasyarakat
D. Acuan Konseptual Perencanaan Tindakan
Penelitian tindakan ini dimulai dari perencanaan pembelajaran seperti yang biasa
dilakukan pada pembelajaran yang berlaku secara umumnya. Namun akan
lebih jelas pada saat pelaksanaan dengan berpedoman dari temuan awal dan
juga hasil diskusi dengan kolaborator. Konseptual perencanaan tindakan
yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Mempersiapkan
siswa-siswa untuk mengikuti pembelajaran menulis deskripsi bahasa
Inggris dengan tahapan-tahapan menulis yaitu dari perencanaan (planning ), tulis (drafting ), revisi (revising ), dan pengeditan (editing ) serta menjelaskan tentang tahapan-tahapan tersebut kepada siswa.
b. Menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan menulis karangan dalam bahasa Inggris secara berkelompok dengan model cooperative learning dengan teknik Think-Pair-Share , yaitu siswa berpikir, berpasangan dan berbagi jawaban.
c. Guru
membagi siswa dalam kelompok berempat atau berlima (lihat lampiran 9)
dan memberikan tugas menulis kepada semua anggota di setiap kelompok
serta menjelaskan apa yang dimaksud dengan model cooperative learning serta teknik Think-Pair-Share .
d. Setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut secara individu.
e. Siswa
berpasangan dengan salah satu temannya dalam satu kelompok dan
berdiskusi dengan teman pasangannya untuk saling merevisi atau
memperbaiki tulisan pasangannya.
f. Ketika
masing-masing pasangan selesai untuk saling memperbaiki tulisan
pasangannya mereka berkumpul lagi dalam satu kelompok dan saling
tukar-menukar hasil kerjanya untuk saling memperbaiki tulisan pasangan
yang lain. Dalam memperbaiki tulisan hasil kerja pasangan atau teman
kelompoknya, guru menuliskan beberapa jenis-jenis pengoreksian sederhana
di papan tulis yang diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Have you used the correct verb?
2) Have you checked the subjet-verb agreement?
3) Have you used the right preposition?
4) Have you used the article correctly?
5) Have you used adjectives and adverbs correctly?
6) Have you written the sentence completely?
7) Have used the form of verb correctly?
g. Kemudian, masing-masing siswa manulis kembali untuk menjadi tulisan deskripsi yang baik dan benar.
h. Setelah
itu, masing-masing kelompok memamerkan hasil kerja mereka. Hasil ini
bisa dipajang di beberapa bagian kelas. Setelah itu, masing-masing
kelompok berjalan keliling kelas dan mengamati hasil karya
kelompok-kelompok yang lain.
Berdasarkan beberapa teori di dalam bab II ini, pada penelitian ini
penulis menduga bahwa proses pembelajaran keterampilan menulis bahasa
Inggris bila dilakukan dengan model Cooperative Learning akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, karena model Cooperative Learning
mendahulukan prinsip kerja sama antar siswa dalam kelompok dan guru
akan dapat memfasilitasi dan memotivasi siswa-siswa dalam pembelajan.
Arief Achmad Mangkoesapoetra, Implementasi Model Cooperative Learning dalam Pendidikan IPS di tingkat Persekolahan , 2005, h.2 (http://re-searchengines.com/0805arief6.html )
The Microlinguistics Contrastive Analysis Between Javanese Language Of Banyumasan And English
The Morphological analysis on the Javanese Language of Banyumasan
Error Analysis
Conversation Analysis on Deixis
Classroom Action Research
Quantum Teaching
Theory of Translation
Tes dan Evaluasi
Faktor Sosiokultural pada Pembelajaran Bahasa
Kumpulan Analisa Cerpen
Language Acquisition
Learning Style
Effective Public Speaking Skills